Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

AAJI Menilai Transformasi Digital Perlu Ditingkatkan

Gambar
Anton Chrisbiyanto Jum'at, 23 Februari 2018 - 00:18 WIB AAJI akan menggelar acara Digital and Risk Managemet in Insurance. Foto/Dok.AAJI JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai persiapan dalam penerapan transformasi digital masih perlu ditingkatkan. Hal ini merujuk pada data dari The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise yang menyebutkan 90% pebisnis di Indonesia menyatakan perlunya melakukan transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan perusahaan. Namun dari jumlah tersebut, hanya 27% di antaranya yang mengaku sudah mempunyai strategi yang menyeluruh guna menyambut transformasi digital. "Kami melanjutkan rangkaian kegiatan DRiM yang telah dibuka di Jakarta pada tanggal 24 Januari 2018 lalu. Hal ini diyakini akan semakin meningkatkan kemampuan industri dalam menjawab kebutuhan konsumen yang terus berubah, meningkatkan penetrasi asuransi, dan memberikan nilai tambah dalam memajukan pertumbu...

Industri Asuransi Diminta Antisipasi Perkembangan Teknologi

Gambar
Industri Asuransi Diminta Antisipasi Perkembangan Teknologi Ilustrasi Asuransi Kesehatan (iStockphoto) Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta pelaku industri asuransi di Indonesia mempersiapkan diri menghadapi tantangan perkembangan teknologi. Apalagi, jumlah pengguna internet di Indonesia terus berkembang dan menjadi lahan potensial industri asuransi Tanah Air. “Fenomena perkembangan teknologi digital sudah tidak dapat disikapi oleh industri dengan reaktif. Teknologi tidak hanya mengubah perilaku individu dalam melakukan kegiatan sehari-hari, namun juga mengubah perilaku pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya," kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (25/1/2018). Mengutip data Digital in 2017 bertajuk Southeast Asia dan' We Are Social a Hootsuite (2017), dari sekitar 262 juta populasi di Indonesia, 50 persen di antaranya atau sekitar 132,7 juta jiwa adalah pengguna intemet. K...